Dr. H. Mawardi Muhammad Sholeh,MA, Dosen Fakultas Syariah dan ilmu hukum

Judul Penelitian : WAKAF TUNAI (CASH WAQF) DAN  STRATEGI PENGENTASAN  KEMISKINAN UMMAT

Abstrak:

Diskursus mengenai peran Wakaf dalam pengentasan kemiskinan telah menjadi tema dalam berbagai forum ilmiah di Indonesia terutama sejak munculnya UU No. 41/2004 tentang Wakaf. Sejak terjadinya krisis multi-dimensi dalam kehidupan bangsa Indonesia yang dipicu oleh krisis ekonomi, peran wakaf menjadi semakin penting sebagai salah satu instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pengelolaan wakaf tidak statsis, melainkan selalu berkembang sejalan dengan dinamika dan perubahan dalam masyarakat. Salah satu pengembangan wakaf ke depan adalah dengan mempromosikan dan mensosialisakan wakaf tunai sebagai instrument financial (financial instrument), keuangan sosial dan perbankan sosial (social finance and voluntary sector banking).

Wakaf tunai bukan merupakan aset tetap yang berbentuk  benda tak bergerak seperti tanah, akan tetapi wakaf tunai adalah wakaf yang dilakukan seseorang, kelompok orang, dan lembaga atau badan ukum dalam bentuk uang tunai. Dalam catatan sejarah sesungguhnya  wakaf tunai ternyata sudah dipraktekkan sejak awal abad kedua hijriyah. Diriwayatkan oleh Imam Bukhori bahwa Imam Al-Zuhri (wafat 124 H) salah seorang ulama terkemuka dan peletak dasar tadwin al-hadis  memfatwakan, dianjurkannya wakaf dirham dan dinar untuk pembangunan sarana dakwah, sosial, dan pendidikan umat Islam. Adapaun caranya adalah dengan menjadikan uang tersebut sebagai modal usaha kemudian menyalurkan keuntungannya sebagai wakaf.

Seiring dengan perkembangan paradigma wakaf dari wakaf benda tak bergerak menjadi wakaf produktif, Majelis Ulama  Indonesia (MUI) memperkenalkan definisi baru tentang wakaf, yaityu; “Menahan harta (baik berupa aset tetap maupun aset lancer) yang dapat dimanfaatkan tanpa lenyap bendanya atau pokoknya, dengan cara tidak melakukan tindakan hukum terhadap benda tersebut (menjual, memberikan atau mewariskannya), untuk disalurkan (hasilnya) pada sesuatu yang mubah (tidak haram) yang ada.

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: