Syamruddin Nasution

Judul: KEBERHASILAN UMAR IBN KHATHTHAB MEMAJUKAN PEMERINTAHAN ISLAM

Abstrak Tulisan:

Masa pemerintahan Umar ibn Khaththab sepanjang pemerintahan Islam, khususnya pemerintahan al-Khulafa al-Rasyidin adalah masa yang paling gemilang, sehingga para sejarawan sepakat menyebutkan bahwa pemerintahan Umar adalah pemerintahan yang terbesar sesudah Nabi Muhammad Saw.

Tentu saja penilaian mereka bukan tanpa bukti, akan tetapi dapat dilihat pada masa yang begitu relatif singkat, hanya sepuluh tahun masa peemrintahannya, ia telah dapat menaklukkan wilayah yang begitu luas, yaitu Syiria, Irak, Yordania, Libanon, Palestina, Mesir. Daerah-daerah tersebut dapat dibebaskannya dari penjajahan Romawi, demikian juga halnya dengan Iran (Persia) dapat dibebaskan dari penjajahan Raja Persia.  Sehingga negara Islam yang masih bayi itu dalam waktu singkat dapat berubah menjadi negara adikuasa dengan kekuatan besar dibandingkan dengan dunia lain saat itu.

Pengertian adikuasa sama dengan super power atau adidaya yang bermakna kekuatan yang amat besar atau luar biasa yang amat kuat sehingga mampu memaksakan kehendak di antara negara-negara yang paling kuat.

Kekuatan yang dimiliki negara adikuasa ada tiga aspek, yaitu kekuatan ekonomi kekuatan politik dan kekuatan militer, sehingga ia mampu mempengaruhi kebijaksanaan kebijaksanaan negara yang lemah, baik dengan menggunakan kekerasan atau tidak. Jika pengertian ini digunakan untuk mengukur pemerintahan Umar yang pernah melakukan pembebasan terhadap bangsa-bangsa yang pernah berkuasa di wilayah Jazirah Arab bagian utara dan wilayah Afrika bagian utara, khususnya Mesir serta Persia di timur, cukup beralasan menamakan pemerintahan Umar sebagai negara adikuasa.

Selain itu, ia juga berhasil mengkonsolidasikan pemerintahannya melalui suatu sistem administrasi baru. Oleh sebab itu, Umar selain dikenal sebagai seorang penakluk, dia juga dikenal sebagai seorang pembangun administrasi pemerintahan yang tangguh.

Bila ditinjau dari segi perjalanan pemerintahannya, dapat dikatakan bahwa masa sepuluh tahun pemerintahannya itu adalah masa yang paling slabil dan mantap karena terhindar dari kerusuhan-kerusuhan sehingga tidak berlebihan rasanya jika dibandingkan dengan tiga al-Khulafa al-Rasyidin sebelum dan sesudahnya (Abu Bakar, Utsman dan Ali) masa pemerintahan Umar-lah yang paling stabil dan mantap.

Sebab pada masa pemerintahan Abu Bakar muncul tiga golongan pembangkang; orang murtad, Nabi palsu dan orang yang tidak mau membayar zakat. Pada masa pemerintahan Utsman muncul para pemberontak, sehingga penuh dengan kerusuhan-kerusuhan, yang berujung pada kematiannya di tangan para pemberontak, apalagi pada masa pemerintahan Ali ibn Abi Thalib adalah puncak dari ketidakstabilan yang mencapai puncaknya pada situasi kacau yang dikenal dengan perang Jamal dan perang Shiffin, yang memakan banyak korban umat Islam di medan perang. Semua itu terjadi merupakan perwujudan dari ketidakpuasan rakyat kepada pemerintah.

Sementara Umar, sebagai pemimpin yang sederhana, adil dan bijaksana bahkan beliau berada di bawah garis hidup sederhana, ia sangat perduli kepada rakyat kecil dan miskin, selain itu ia juga seorang yang disiplin maka ia disegani lawan dan kawan, orang merasa hormat, salut, dan takut kepadanya sehingga dapat dikatakan bahwa bakat kepemimpinan yang dimiliki Umar tersebut menjadi penopang dan modal baginya dalam memajukan pemerintahannya.

Berdasarkan penjelasan di atas maka fokus pembahasan dalam makalah ini adalah mengetengahkan dan menganalisis usaha-usaha yang dilakukan Umar ibn Khaththab dalam memajukan pemerintahannya sehingga dapat memperluas wilayah kekuasaann, mengkonsolidasikan pemerintahan dan mensejahterakan hidup rakyatnya sehingga tercipta kestabilan dan ketahanan negara serta tidak terjadi kerusuhan-kerusuhan di tengah-tengah masyarakat, yang menjadi bukti dari kepuasan rakyat terhadap pemerintahannya.

Maka pembahasan makalah ini disistematisir sebagai berikut; pendahuuan, biografi singkat Umar ibn Khaththab, penaklukan-penaklukan dalam rangka perluasan wilayah Islam dan konsolidasi pemerintahan yang dilakukan Umar ibn Khaththab, usaha mensejahterakan rakyatnya disertai dengan analisa singkat dan terakhir penutup sebagai kesimpulan.

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: