H. Johar Arifin

Judul: BERINTERAKSI DENGAN NON MUSLIM ” al-Musalimun” PERSFEKTIF HADIS

Abstrak:

Banyaknya kesalapahaman dan pertikaian yang terjadi pada abad ke 21 ini, dalam kehidupan kaum muslimin baik itu antara sesama mereka atau dengan non Muslim. Kesalah pahaman berinteraksi dengan pihak non Muslim berakibatkan terkikisnya sikap saling menghargai, menghormati dan toleransi sehingga di sebagian tempat terjadi pertumpahan darah, dengan dalil menegakkan hukum syari’at, maka dalam hal ini perlu disikapi dengan arif dan bijaksana sehingga tidak terjadi kesalahan persefsi dan kebijakan ditingkat pemerintah.

Rasulullah Saw dalam hal ini penuntun kehidupan, tauladan ummat, terbukti lewat sejarah beliau, dan hadis-hadis yang aflikatif dalam penataan konsep berinteraksi dan mengajak mereka kedalam Islam. Kontek dunia dewasa ini yang semakin beragam jenis komunitas masyarakatnya, begitu juga lingkungan dimana mereka tinggal telah menjadi komunitas yang beragam ditinjau dari agamanya. Ummat Islam semakin dituntut memahami konsep agamanya dalam berinteraksi dan dakwah dengan penuh ketauladanan kepada mereka sehingga menjadikan mereka tertarik dengan Islam.

Peran dakwah seorang muslim dalam berinteraksi dengan mereka yang berlandaskan kepada Dhawabith Syariah, dalam hal ini memerlukan kajian dan analisa terhadap status mereka. Apakah mereka hidup damai berdampingan dengan komunitas muslim ataukah menampakkan kebencian dan melakukan perlawanan terhadap ummat Islam. Begitu juga peran kelompok masyarakat dan ormas Islam dalam berinteraksi yang memperlihatkan ketauladan kolektif dan pelopor perdamain serta menolak permusuhan dengan berpegang kepada ketentuan syariah dan perlakuan Rasulullah Saw terhadap mereka melalui Sunnah Fi’liyah. Kesalapahaman sebagian ummat Islam dalam menyikafi mereka sehingga memunculkan persefsi negatif, menurutnya pihak non muslim adalah kelompok yang mesti menjadi lawan dan musuh Islam.

Non muslim yang hidup damai berdampingan dengan kaum muslimin, tidak melakukan perlawanan dan kebencian terhadap ummat Islam, maka hubungan dengan mereka adalah hubungan sosial kemanusian, mejadi pelopor ketauladanan, memberikan nilai-nilai Islam secara aflikatif dan universal dalam kehidupan sebagaimana dicontohkan Rasulullah Saw dalam Sunnah Qauliyah dan Fi’liyah, Allah Swt mengutusnya menjadi rahmat bagi sekalian alam, firman Allah Swt  dalam Qs. Saba’ (34) : 28; Artinya ; “Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui”.

Pemaparan tulisan ini menitik beratkan pada kajian Hadis Tematik dengan cara mengumpulkan hadis-hadis yang berhubungan dengan pokok pembahasan, mentakhrij hadis-hadis tersebut dengan memprioritaskan pada hadis-hadis shaheh, menjelaskan tujuan dan sasaran hadis-hadis yang dibahas dengan merujuk kepada kitab-kitab syarah hadis dan Ulama Mutaqaddimin, menampilkan ayat-ayat Al-Quran yang berhubungan dengan topik pembahasan, dan mengambil pendapat para ulama kontemporer  sehingga ditemukan keterpautan dan kesamaan alur dan persefsi.


  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: