Meimunah S Moenada, Dosen Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan

Judul: SURAU DAN MODERNISASI PENDIDIKAN DI MASA HINDIA BELANDA

Abstrak:

Pendidikan Islam mempunyai sejarah yang panjang. Dalam pengertian seluas-luasnya, pendidikan Islam berkembang seiring dengan kemunculan Islam itu sendiri. Dalam konteks sejarah pendidikan Islam masyarakat Minangkabau, lembaga “surau” memainkan peranan yang amat penting dalam membina dan mendidik masyarakat untuk memahami adat dan mengamalkan syariat. Dengan begitu, surau tidak hanya dipandang sebagai tempat beribadah secara mahdhah seperti shalat, akan tetapi surau juga berfungsi sebagai lembaga pendidikan Islam yang beradaptasi dengan budaya setempat. Fakta lain juga menunjukkan bahwa surau telah berhasil melahirkan ulama-ulama besar dari Minangkabau yang berperan di tingkat nasional, bahkan di tingkat internasional. seperti Syekh Burhanuddin, Tuanku Nan Tuo, Tuanku Nan Renceh, Syekh Ahmad Khatib al-Minangkabawi, Tuanku Imam Bonjol, Syekh Ar-Rasuli dan sebagainya.

Oleh karena itu, surau sebagai lembaga pendidikan yang pernah terlaksana di Sumatera Barat menarik untuk dikaji. Samsul Nizar menyebutkan, paling tidak ada empat faktor yang membuat kajian ini menjadi penting: (1) lembaga pendidikan merupakan sarana yang strategis bagi proses terjadinya transformasi nilai dan budaya pada komunitas sosial; (2) pelacakan eksistensi lembaga pendidikan Islam tidak bisa dilepaskan dari proses  masuknya Islam di Minangkabau yang bernuansa mistis (tarekat), dan mengalami akulturasi dengan budaya lokal (adat); (3) kemunculan lembaga pendidikan Islam dalam sebuah komunitas, tidak mengalami ruang hampa, akan tetapi  senantiasa dinamis, baik dari fungsi maupun sistem pembelajarannya; (4) kehadiran lembaga pendidikan Islam memberikan spektrum tersendiri dalam membuka wawasan dan dinamika intelektual umat Islam.

Namun dalam perjalanannya peranan surau yang manjalankan  fungsi adat dan juga  fungsi agama, telah mengalami pergeseran. Pergeseran ini dimulai sejak awal abad 20, di mana masyarakat Islam Minangkabau berada dalam situasi yang semakin terjepit. Di satu pihak, ia menghadapi tekanan-tekanan ekonomi dan politik yang semakin berat dari kolonial Belanda, sedangkan di pihak lain, ide-ide pembaharuan keagamaan dalam segenap aspeknya semakin gencar pula gaungnya, yang menyebabkan surau kehilangan momentumnya.

Walaupun demikian, sistem pendidikan surau yang pernah terlaksana di Sumatera Barat menarik untuk dikaji. Karena sistem pendidikan yang diterapkan di surau patut dipahami oleh generasi saat ini sehingga nilai-nilai pendidikannya dapat diaktualisasikan dalam konteks kekinian.


  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: