Muhammad Tawaf & Khaidir Alimin, Pustakawan Universitas Islam Negri Suska Riau

Judul: PENDIDIKAN PEMAKAI  (USER EDUCATION) DAN  PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN (STUDI KASUS DI PERPUSTAKAAN  UIN SUSKA RIAU)

Abstrak:

Dalam Undang-undang No.43 tahun 2007 menjelaskan tentang pemakai (user) dengan menggunakan istilah pemustaka, pada Bab I, ketentuan umum ayat (9) yaitu sebagai berikut : Pemustaka adalah pengguna perpustakaan, yaitu perseorangan, kelompok orang, masyarakat, atau lembaga yang memanfaatkan fasilitas layanan perpustakaan.

Evans dan Saponaro (2005: 8-9) mengemukakan pentingnya menganalisa masyarakat pengguna (Community analysis), guna dilakukan tindakan yang bermanfaat bagi kemajuan perpustakaan dan pengguna itu sendiri.

Sulistyo-Basuki (2006) menyatakan bahwa kajian pemakai dapat  di bedakan dalam tiga kajian, yaitu menganalsis kebutuhan dengan ranah  kajian  jenis dan sifat informasi  yang dicarai dan terima; menganalisis perilaku informasi dengan ranah kajian  bagaimana kebutuhan informasi dipenuhi;  dan menganalisis motivasi da n sikap dengan ranah  kajian  nilai-nilai yang dinyatakan pemakai, baik yang dinyatakan secara terbuka maupun tersembunyi. Berkaitan dengan masalah pencaraian informasi, buku “looking information“ yang ditulsi  oleh Donald O. Case menyatakan bahwa masalah tersebut dapat dianalisis dari berbagiai pendekatan dan perspektif, baik dari sosiologi, psikologi, antropologi, dan manajemen.

Perpustakaan perguruan tinggi adalah perpustakaan yang terdapat pada perguruan tinggi, badan bawahannya, maupun lembaga yang berafiliasi dengan perguruan tinggi, dengan tujuan utama membantu perguruan tinggi untuk mencapai tujuannya. Tujuan perguruan tinggi di Indonesia dikenal dengan nama Tri Darma Perguruan Tinggi (pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat) maka perpustakaan perguruan tinggi pun bertujuan membantu melaksanakan ketiga darma  perguruan tinggi tersebut.

Di perpustakaan perguruan tinggi terdapat ciri khas adanya hubungan segitiga antara pustakawan, mahasiswa dan pengajar. Hubungan segitiga ini menunjukkan bahwa mahasiswa maupun pengajar berhubungan langsung dengan pustakawan dalam hal mencari informasi dan penelusuran. Hal ini membawa implikasi bahwa pustakawan perguruan tinggi harus membantu pemakai memanfaatkan bahan pustaka yang ada, dengan menjadi seorang pendidik/guru untuk mengajarkan atau membimbing pemakai menggunakan perpustakaan

Karena tidak semua pemakai perpustakaan mengetahui dan terampil dalam mencari informasi yang diperlukan serta menggunakan sumber daya yang ada dengan baik, dalam arti mengetahui tata cara penggunaan perpustakaan dengan baik dan benar. Oleh karena itu perlu diadakan suatu progam pendidikan pemakai untuk mengatasi hal tersebut di atas.

Disisi lain perpustakaan adalah sesuatu yang hidup, dinamis, segar menawarkan hal-hal yang baru, produk layanan yang inovatif, sehingga apapun yang ditawarkan oleh perpustakaan akan menjadi atraktif, interaktif, edukatif dan rekreatif bagi pengunjungnya. Koleksi yang dimiliki perpustakaan merupakan kekayaan (asset) yang harus sebesar-besarnya dimanfaatkan oleh pengguna secara optimal. Sumber informasi (resources) yang dulunya berbentuk satu media (one medium), kini berbentuk maya dan multimedia. Layanan (services) perpustakaan yang dulu berperan sebagai gudang berubah sebagai pasar (supermarket). Pustakawan yang sebelumnya hanya berperan pasif (menunggu pengguna), kini justru mempromosikan dan memberdayakan penggunanya.

Secara umum program pendidikan pemakai merupakan salah satu jenis jasa perpustakaan yang diberikan oleh staf perpustakaan untuk mengajarkan kepada pemakainya tentang penggunaan perpustakaan beserta koleksi dan fasilitas–fasilitas yang ada. Dan program ini merupakan salah satu bagian rutin dari keseluruhan pelayanan perpustakaan (Pringgoutomo, 1998 :1).

Hal ini cukup penting agar pemakai perpustakaan dapat dengan cepat dan tepat menemukan apa yang diperlukan, sehingga menghemat waktu dan tenaga. Selain itu juga diharapkan mampu membimbing, mengarahkan dan memberikan konsultasi agar apa yang dibutuhkan pemakai dapat terpenuhi Sehingga berdampak positif terbentuknya suasana kedekatan komunikasi antara petugas dan pemakai, dan timbul saling membantu antara satu sama lainnya.

Program Pendidikan pemakai (user education) di  Perpustakaan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau merupakan suatu program yang dilaksanakan pada saat Orientasi Mahasiswa Baru (OMB), dan outcome (hasil) pendidikan pemakai tersebut perlu dievaluasi, khususnya tentang seberapa besar pengaruh program pendidikan pemakai (user education) terhadap  pemanfaatan perpustakaan tersebut.

Berdasarkan identifikasi masalah di atas, rumusan masalah sebagai berikut: Bagaimana pelaksanaan pendidikan pemakai di Perpustakaan UIN SUSKA? Sejauh mana pengaruh pendidikan terhadap pemanfaatan  Perpustkakaan di  Perpustakaan UIN SUSKA Riau ?

Hipotesa disebut juga dengan perkiraan atau dugaan sementara. Dalam penelitian yang mengkaji pengaruh variable bebas terhadap variable terikat, harus dilengkapi dengan hipotesa. Dalam penelitian ini, hipotesanya yaitu :

H1          :Pendidikan pemakai berpengaruh terhadap pemanfaatan perpustakaan di perpustakaan UIN SUSKA Riau

H0         :Pendidikan pemakai tidak berpengaruh terhadap pemanfaatan perpustakaan di perpustakaan UIN SUSKA Riau

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: