Suci Yuniati, Dosen Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan

Judul ASESMEN KINERJA (PERFORMANCE ASSESSMENT) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

Abstrak:

Langkah pertama yang dilakukan dalam pembelajaran adalah membuat perencanaan. Perencanaan ini penting disusun oleh guru karena berpengaruh terhadap isi materi, media, dan aktivitas pengajaran. Perencanaan merupakan petunjuk yang membantu guru dan siswa dalam menentukan arah pembelajaran. Ada tiga komponen dasar dalam perencanaan yaitu perumusan tujuan pengajaran, proses belajar-mengajar, dan penilaian (Ngalim, 2004:4).

Bahan atau materi pengajaran apa yang akan diajarkan dan metode apa yang akan digunakan sangat bergantung pada tujuan pengajaran yang telah dirumuskan. Demikian pula bagaimana prosedur penilaian yang harus dilakukan serta bentuk-bentuk tes atau alat penilaian mana yang akan dipakai untuk menilai hasil pengajaran tersebut harus diterkaitkan dan mengacu kepada bahan dan metode mengajar yang digunakan dan tujuan pengajaran yang telah dirumuskan. Selain itu, penilaian berperan untuk melihat sampai sejauh mana tujuan pembelajaran sudah tercapai dan hasil penilaian menjadi umpan balik bagi upaya perbaikan pembelajaran. Dengan demikian fungsi penilaian terhadap pembelajaran adalah: (1) Untuk memberikan umpan balik kepada guru mengenai proses pembelajaran yang dilaksanakan, sehingga dapat digunakan sebagai dasar untuk memperbaiki proses belajar mengajar serta menyelenggarakan program remidi bagi siswa,        (2) Untuk menentukan hasil atau kemajuan belajar siswa, (3) Untuk menempatkan siswa dalam situasi belajar-mengajar yang tepat, sesuai dengan kemampuan dan minat masing-masing siswa, dan (4) Untuk mengenali latar belakang kesulitan belajar siswa (Subiyanto,1988:17). Menurut Zainul (2005:1.5) penilaian dapat digunakan untuk menilai kinerja terhadap proses perolehan, penerapan pengetahuan, dan ketrampilan melalui proses pembelajaran yang menunjukkan kemampuan siswa dalam proses maupun produk.

Dalam pembelajaran matematika, sistem penilaiannya masih didominasi oleh satu metode penilaian yaitu tes kertas dan pensil (pencil and paper test) yang hanya mengukur ingatan siswa terhadap informasi-informasi faktual dan prosedur-prosedur algoritma saja (Lantas, dkk, 2004:3). Tes kertas dan pensil dapat berupa pilihan benar-salah, mengisi kotak kosong, pilihan berganda dan tes dengan jawaban singkat. Zainul (2005:3) menggunakan istilah penilaian tradisional untuk tes kertas dan pensil yang lebih khusus lagi adalah tes baku yang menggunakan perangkat tes objektif. Dominasi tes ini terlihat dari soal-soal Ujian Nasional (UN) dan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Penggunaan tes objektif dalam soal-soal tersebut mendorong para guru memberikan latihan-latihan pada siswa untuk menjawab soal-soal bentuk ini. Bahkan para siswa diajarkan bagaimana “trik” untuk menyelesaikan soal-soal yang demikian.

Penilaian tradisional tidak dapat menilai kinerja siswa Euger dan Yager (Jackson, 2006:2). Tidak jarang dijumpai siswa yang menjawab benar pada soal pilihan benar-salah menggunakan cara “menghitung kancing baju” atau “melempar koin”. Atau siswa menjawab benar pada soal pilihan ganda karena menduga-duga. Bahkan yang terburuk bila jawaban diperoleh dari “kawan”. Sehingga dari soal-soal yang demikian guru tidak dapat mengetahui apakah siswanya telah memiliki konsep yang benar mengenai isi matematika yang dipelajari. Selain itu, penilaian tradisional digunakan untuk menyeleksi atau membuat peringkat siswa. Padahal, penggunaan yang demikian akan memberikan dampak yang negatif terhadap siswa apabila ia memperoleh peringkat yang rendah. Dalam dunia pendidikan, seorang guru harus percaya bahwa semua siswanya dapat berhasil dan semua siswa dapat dan harus belajar matematika. Sehingga diperlukan metode penilaian alternatif yang terintegrasi dengan kegiatan instruksional untuk mendiagnosa, memberi informasi dan memberdayakan baik guru dan siswa.

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: